Medical Check Up Pranikah, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Medical Check Up Pranikah, Apa Saja yang Harus Dilakukan?
Banyak hal yang harus disiapkan sebelum menikah, salah satunya adalah medical check up. Lalu, apa saja yang harus dilakukan, beserta manfaatnya?

Selain mengetahui sifat masing-masing, persiapan sebelum menikah juga penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Kalaupun ada yang mesti diperbaiki, setidaknya masih ada waktu untuk menyelesaikannya.

Tujuan melakukan medical check up bukan untuk saling menyalahkan atau melihat kekurangan pasangan, namun lebih ke arah untuk menyiapkan segalanya, termasuk kehadiran sang buah hati.

Dirangkum Rekanan Wedding, inilah yang harus dilakukan saat medical check up pra nikah:

1. Waktu terbaik untuk melakukan medical check up pra nikah

Menurut dr Frida Trisbiantara dari Siloam Hospitals TB Simatupang, waktu terbaik untuk melakukan medical check up adalah 6 bulan sebelum menikah. Dengan begitu, jika ditemukan ada kondisi tertentu, masih ada waktu untuk melakukan tindakan pengobatan.

Ini dilakukan agar risiko yang mungkin timbul bisa berkurang dan tidak mengganggu para calon pengantin.Lalu, apa saja jenis pemeriksaannya?

2. Golongan darah dan rhesus

Kedua calon mempelai mungkin sudah tahu apa golongan darah mereka. Namun, apa yang akan terjadi jika golongan darah dan rhesus kalian disatukan?

Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kecocokan rhesus dan efeknya terhadap ibu dan bayi. Karena ada kemungkinan di mana ibu bisa mengandung anak dengan rhesus yang berbeda.

Jika begini, ada beberapa kondisi janin yang bisa mengkhawatirkan seperti penyakit kuning, anemia, bahkan keguguran janin.

3. Pemeriksaan kelainan darah

Masih di bagian pemeriksaan darah. Kali ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada risiko melahirkan anak dengan penyakit karena faktor kelainan genetika.

Salah satu contoh penyakit kelainan gen adalah thalasemia atau hemofilia.

4. Memeriksakan penyakit menular seksual

Yang satu ini juga tak kalah penting yaitu pemeriksaan penyakit menular seksual. Pengecekan ini terdiri dari pemeriksaan VDRL/RPR untuk mendeteksi apakah ada penyakit sifilis atau tidak.

Kemudian, ada juga pemeriksaan hbSAg untuk mendeteksi penyakit hepatitis B dan pemeriksaan anti HIV untuk mendeteksi penyakit HIV.

5. Pemeriksaan gula darah

Dengan gaya hidup yang tidak sehat, kamu yang masih muda bisa saja sudah terkena kolesterol dan memiliki gula darah. Pemeriksaan ini akan dilakukan berdasarkan kadar glukosa puasa untuk menentukan kondisi hiperglikemia seseorang.

Ini penting dilakukan termasuk untuk perempuan untuk mencegah atau mengurangi komplikasi yang disebabkan oleh diabetes saat hamil nantinya.

6. USG ginekologi

Bagi perempuan, kesehatan rahim sangatlah penting. Maka dari itu, memeriksakan dengan cara USG untuk mendeteksi apakah ada kelainan di rahim.

Misal ada kista ovarium, mioma, uteri, dan penyakit kandungan lainnya, bisa segera ditangani sedini mungkin.

7. Pemeriksaan TORCH

Selanjutnya adalah tes darah TORCH. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex pada perempuan yang hendak menikah dan berencana hamil.

Tujuannya, untuk mengetahui keadaan tubuh dan bisa mencegah komplikasi yang mungkin terjadi pada janin nantinya.Memeriksakan kondisi tubuh sama pentingnya dengan persiapan pernikahan yang lainnya.

Mengetahui kondisi tubuh bisa membuat kamu dan pasangan lebih siap menyiapkan kedatangan sang buah hati.